06 July 2008

Setiap Langkah adalah Anugerah

Seorang profesor diundang untuk berbicara pada sebuah basis militer. Pada kesempatan tersebut, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, yang menjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan bagasi.

Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukan Ralph. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua nak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi sang profesor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Dari mana anda belajar melakukan semua hal itu?" tanya sang profesor.
"Oh, selama perang... saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal." kata Ralph.

Lalu Ralph menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"Saya belajar untuk hidup di antara pijakan pada setiap langkah" kata Ralph. "Saya tidak pernah tahu apakah langkah berikutnya adalah langkah terakhir saya, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."

"Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain."

Nilai manusia... tidak ditentukan oleh bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Kekayaan manusia diukur dari berapa banyak yang sanggup ia peroleh, melainkan berapa banyak telah ia berikan sepanjang hidupnya.

Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan bersyukurlah setiap saat. Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini. Tetapi hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri.


Diambil dari Warta Jemaat GBI Shalom - Yogyakarta, edisi Minggu 6 Juli 2008

No comments: