29 April 2008

What kind of you?

There a two kinds of believers:


"Saulian" believer

And the Philistine said, "I defy the ranks of Israel this day; give me a man, that we may fight together." (11) When Saul and all Israel heard these words of the Philistine, they were dismayed and greatly afraid.
1Samuel 17:10-11


"Davidian" believer (46) Then David said to the Philistine, "You come to me with a sword and with a spear and with a javelin; but I come to you in the name of the LORD of hosts, the God of the armies of Israel, whom you have defied. (46) This day the LORD will deliver you into my hand, and I will strike you down, and cut off your head; and I will give the dead bodies of the host of the Philistines this day to the birds of the air and to the wild beasts of the earth; that all the earth may know that there is a God in Israel, (47) and that all this assembly may know that the LORD saves not with sword and spear; for the battle is the LORD'S and he will give you into our hand."
1Samuel 17:45-47

and you know exactly what kind of you.

24 April 2008

Siapa Yang Paling Populer?


"Anda bisa tahu sepopuler apa sebuah gereja dengan melihat siapa saja yang datang hari Minggu pagi.

Anda bisa tahu sepopuler apa pendeta atau penginjil dengan melihat siapa yang datang hari Minggu malam (biasanya ada pendeta tamu).

Tetapi Anda bisa tahu sepopuler apa Yesus dengan melihat siapa yang datang ke persekutuan doa[nya]."

Dikutip oleh Jim Cymbala dalam bukunya Fresh Wind Fresh Fire (Gospel Press, Batam)

22 April 2008

Belajar Hidup


Penulis tidak dikenal

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai….

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya….

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali….

Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik….

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh, walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati….

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya….

Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya sahabat itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya… dan untuk itu saya harus memaafkannya….

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus….

Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya….

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah sahabat, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri….

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan….

Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda….

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya….

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati….

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya….

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis….

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai….

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya…

REMEMBER OUR PURPOSE!


This is an absolutely incredible interview with Rick Warren, author of 'Purpose Driven Life' His wife now has cancer, and he now has 'wealth' from the book sales. In the interview by Paul Bradshaw with Rick Warren, Rick said:

'People ask me, 'What is the purpose of life?' And I respond: In a nutshell, life is preparation for eternity. We were made to last forever, and God wants us to be with Him in Heaven.

One day my heart is going to stop, and that will be the end of my body--but not the end of me.

I may live 60 to 100 years on earth, but I am going to spend trillions of years in eternity. This is the warm-up act - the dress rehearsal.

God wants us to practice on earth what we will do forever in eternity. We were made by God and for God, and until you figure that out, life isn't going to make sense.

Life is a series of problems: Either you are in one now, you're just coming out of one, or you're getting ready to go into another one. The reason for this is that God is more interested in your character than your comfort.

God is more interested in making your life holy than He is in making your life happy.

We can be reasonably happy here on earth, but that's not the goal of life. The goal is to grow in character, in Christ likeness.

This past year has been the greatest year of my life but also the toughest, with my wife, Kay, getting cancer.

I used to think that life was hills and valleys - you go through a dark time, then you go to the mountaintop, back and forth. I don't believe that anymore.

Rather than life being hills and valleys, I believe that it's kind of like two rails on a rail road track, and at all times you have something good and something bad in your life.

No matter how good things are in your life, there is always something bad that needs to be worked on.

And no matter how bad things are in your life, there is always something good you can thank God for.

You can focus on your purposes, or you can focus on your problems. If you focus on your problems, you're going into self-centeredness, 'which is my problem, my issues, my pain.'

But one of the easiest ways to get rid of pain is to get your focus off yourself and onto God and others.

We discovered quickly that in spite of the prayers of hundreds of thousands of people, God was not going to heal Kay or make it easy for her.

It has been very difficult for her, and yet God has strengthened her character, given her a ministry of helping other people, given her a testimony, drawn her closer to Him and to people.

You have to learn to deal with both the good and the bad of life. Actually, sometimes learning to deal with the good is harder. For instance, this past year, all of a sudden, when the book sold 15 million copies, it made me instantly very wealthy.

It also brought a lot of notoriety that I had never had to deal with before. I don't think God gives you money or notoriety for your own ego or for you to live a life of ease.

So I began to ask God what He wanted me to do with this money, notoriety and influence. He gave me two different passages that helped me decide what to do, II Corinthians 9 and Psalm 72.
First, in spite of all the money coming in, we would not change our lifestyle one bit. We made no major purchases. Second, about midway through last year, I stopped taking a salary from the church. Third, we set up foundations to fund an initiative we call the Peace Plan to plant churches, equip leaders, assist the poor, care for the sick, and educate the next generation. Fourth, I added up all that the church had paid me in the 24 years since I started the church, and I gave it all back. It was liberating to be able to serve God for free.

We need to ask ourselves: Am I going to live for possessions? Popularity? Am I going to be driven by pressures? Guilt? Bitterness? Materialism? Or am I going to be driven by God's purposes (for my life)?

When I get up in the morning, I sit on the side of my bed and say, God, if I don't get anything else done today, I want to know You more and love You better. God didn't put me on earth just to fulfill a to-do list.

He's more interested in what I am than what I do. That's why we're called human beings, not human doings.

Happy moments, PRAISE GOD. Difficult moments, SEEK GOD. Quiet moments, WORSHIP GOD. Painful moments, TRUST GOD. Every moment, THANK GOD. '

31 March 2008

PASKAH 2008 - JIN YESUS

Ini dia liputan PASKAH 2008 nya (lengkap dengan beberapa foto ketika gladi bersih sehari sebelumnya).


Ringkasan kotbahnya nyusul :-)

Oya, sekadar tambahan info untuk SLIDE.COM: jika jendela show slide.com nya tertutup (jadi form isian), tekan tanda "lingkaran silang" di pojok kanan atas jendela. Foto-foto akan keluar lagi.

22 March 2008

Bookmark untuk Usaha Dana Paskah 2008

Salah satu usaha dana PASKAH 2008 ini adalah jualan bookmarks. Ukuran bookmark 3cm x 15cm. Bookmark tanpa list (list biru muda terlihat di posting ini hanya sebagai background). Kertas 100gram, full plastic coated pada bagian muka. Harga per lembar Rp. 2,000 ,- atau Rp. 5,000 ,- dapat 3 lembar.



Klik "View All Images" untuk melihat bookmark lebih jelas lagi.

"JIN YESUS" - PASKAH PMK Melisia Christi

Klik gambar di atas untuk memperbesar

Tema "Jin Yesus" merupakan pengantar atau "pendahuluan" untuk memberikan contoh-contoh kepalsuan religiusitas yang sudah ada sejak awal penciptaan sampai gereja mula-mula (Kej 4:3; Yes 29:13; 48:1-2; 58:2-3; Yer 3:10; 5:2; 12:2; 42; Yeh 33:31-32; Mat 7:21-23; 15:7-9; KPR 7:41, 2Kor 11:4, Gal 1:6-8, 2Tim 3:2-5, dan contoh-contoh kontemporer seperti teologia kemakmuran, doa Yabes, dst) dan sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya nanti. Tema "Jin Yesus" dimaksudkan untuk membongkar semua praktek kekristenan yang menyalahgunakan Alkitab dan nama Allah Tritunggal untuk melayani ego manusia dari pada untuk menundukkan diri di bawah ketuhanan YESUS KRISTUS. Kemuliaan dan keagungan karya KRISTUS yang kekal sudah dikebiri sedemikian rupa hanya untuk urusan remeh-temeh dunia yang fana ini.

Salah satu penyebab utama mentalitas seperti ini adalah karena kegagalan (atau kedegilan?) mereka melihat betapa seriusnya dosa sehingga untuk itu Kristus harus mati di kayu salib. Sedang penyebab utama lainnya adalah kondisi manusia yang merasa oke-oke saja terpisah dengan Allah. Seperated from GOD is not a big deal, dan bahkan lebih celaka lagi, ada banyak orang yang mengaku Kristen tetapi justru merasa terkekang/terganggu jika TUHAN terlalu banyak campur tangan dan memimpin hidup mereka. Kedua hal tersebut menyebabkan karya Kristus yang sedemikian agung tersebut tidak beda jauh pengaruhnya dengan para pahlawan Nasional: hanya sebatas menjadi bahan ajaran dan upacara.

The doctrine of justification by faith — a Biblical truth, and a blessed relief from sterile legalism and unavailing self-effort — has in our time fallen into evil company and been interpreted by many in such manner as actually to bar men from the knowledge of God. The whole transaction of religious conversion has been made mechanical and spiritless. Faith may now be exercised without a jar to the moral life and without embarrassment to the Adamic ego. Christ may be “received” without creating any special love for Him in the soul of the receiver. The man is “saved,” but he is not hungry nor thirsty after God. In fact he is specifically taught to be satisfied and encouraged to be content with little. (The Pursuit of GOD, A.W. Tozer).

Kami merasakan apa yang Tozer lihat 60 tahun yang lalu, kini semakin establish dan menjelma sebagai kekristenan "friendly user" dan sudah sangat jauh dari pernyataan tegas KRISTUS,

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. (24) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. (25) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? (26) Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus. (KRISTUS, dalam Injil Lukas 9:23-26)

Kami rindu peringatan Paskah ini menjadi "booster" dari tema Natal 2007 “NO TURNING BACK,” yaitu untuk menantang lebih jauh lagi akan pemahaman, pengenalan dan ketundukkan seluruh pengurus dan anggota pada KRISTUS. Kami rindu setiap anggota/pengurus yang datang berani mendeklarasikan KRISTUS SEBAGAI PENGUASA TUNGGAL dalam hidup mereka. Pribadi dan karya KRISTUS terlalu mulia, tidak boleh dan tidak dapat dibandingkan dengan segala kenyamanan hidup yang ditawarkan Jin Yesus.

Doakan:
1. Persiapan pembicara: Pdt. Antoni Stephen. Doakan agar TUHAN menaruh isi hati-Nya dan kuasa-Nya melalui perkataannya.
2. Panitia: rapat-rapat koordinasi yang masih akan dilakukan di minggu terakhir ini. Doakan latihan-latihan (musik dan drama). Doakan persiapan tempat dan dekorasi. Doakan publikasi ke kampus dan teman-teman kost agar dapat menjangkau sebanyak mungkin orang (target kami 70 orang). Kebutuhan dana (total sekitar Rp 1,4 juta). Usaha pencarian dana (jaga parkir, ngamen, jual bookmark, dan jual kertas bekas).
3. Pelaksanaan: doakan agar TUHAN memberikan cuaca yang terbaik untuk setiap orang yang akan hadir. Doakan listrik dan seluruh peralatan yang digunakan. Doakan keamanan. Doakan setiap rekan yang melayani: pemusik, worship leader, singer, pemain drama, penerima tamu, konsumsi, penjemputan, penata ruang, dan pembicara.
4. Follow up: doakan tim follow up agar mendapatkan hikmat untuk follow up sebaik mungkin.




Susunan panitia PASKAH 2008:
Ketua: Ajung
Sekretaris + konsumsi: Siska dan Cici
Bendahara: Nono
Acara: Yeyen, Lenny, dan Delfy
Dekorasi: Ricky, Ati dan Aheng
Publikasi: Sandy, Noli, Akin dan Elvi
Musik: Aldo dan Andre
Follow up: Vera dan Irva

Jaga Parkir untuk Dana Paskah

Jumat, 22 Maret yang lalu, berkat investigasi Ricky, kita dapat jatah jaga parkir di 3 misa Jumat Agung di Gereja St. Antonius! Ini berarti kita musti jaga 10 jam mulai dari jam 13.00 ampe 23.00! Bersyukur banyak anak-anak lagi liburan dan ada tambahan 2senior yang masih terbeban. Meski dibagi 3 tim, tapi beberapa di antara mereka jaga full 3 shift! Bersyukur jaga parkir berjalan lancar. Dari ribuan motor yg dijaga tidak ada yang kehilangan (helm, jaket, ato jas ujan). Bersyukur semua yg jaga diberi kesehatan meski ada yang sempat kering-basah-kering. Pulang jaga, tim jaga shift 3 cari makan di warung magelangan. Meski telel tapi tetap celia hehehe...

Terima kasih TUHAN. Terima kasih semuanya =)